Kalau seorang guru diminta menuliskan pembagian waktunya dalam seminggu, hasilnya sering mengejutkan orang yang mengira pekerjaan guru berpusat pada mengajar. slot gacor Jam mengajar memang ada porsinya, tapi di sekitarnya berdiri tumpukan pekerjaan lain berupa laporan, pengisian data, penyusunan perangkat, dan berbagai bentuk pembuktian tertulis bahwa pekerjaan sudah dilakukan.
Bentuk Pekerjaan yang Menumpuk
Daftarnya berkembang seiring waktu dan hampir tidak pernah berkurang.
Ada perangkat pembelajaran yang harus disusun untuk setiap mata pelajaran dan setiap kelas. Ada pengisian data siswa di beberapa sistem yang tidak saling terhubung sehingga data yang sama diketik berulang. Ada laporan kegiatan yang disertai foto dan tanda tangan. Ada penilaian dengan banyak komponen yang harus direkap manual. Ada berkas untuk keperluan akreditasi yang disiapkan berbulan-bulan sebelumnya.
Sebagian besar pekerjaan ini punya alasan yang bisa dijelaskan ketika dilihat satu per satu. Persoalannya muncul dari jumlah totalnya dan dari kenyataan bahwa yang mengerjakan semuanya adalah orang yang sama yang juga harus berdiri di depan kelas.
Bagaimana Ini Mengubah Pengajaran
Dampak yang paling langsung ada pada persiapan mengajar dan pemeriksaan pekerjaan siswa, karena dua hal itulah yang paling mudah dikurangi tanpa ada yang menegur.
Tidak ada yang memeriksa apakah seorang guru menyiapkan penjelasan yang lebih baik untuk topik yang sulit. Tidak ada berkas yang membuktikan bahwa guru membaca dengan teliti karangan tiga puluh siswa dan memberi catatan pada masing-masing. Sementara itu, ada berkas yang membuktikan bahwa laporan sudah diserahkan tepat waktu.
Ketika waktu terbatas dan hanya sebagian pekerjaan yang diperiksa, pergeseran ke arah pekerjaan yang diperiksa adalah hasil yang bisa diperkirakan.
Bentuk lain yang sering muncul adalah pemberian tugas berupa soal pilihan ganda yang cepat dikoreksi menggantikan tugas menulis atau proyek yang butuh waktu pemeriksaan lama. Pilihan ini masuk akal dari sisi waktu tapi mempersempit jenis kemampuan yang dilatih.
Berkas yang Disusun Terpisah dari Kelas
Ada gejala yang cukup umum, yaitu perangkat pembelajaran disusun sebagai berkas administrasi lalu tidak lagi dilihat setelah diserahkan. Isinya ditulis dengan bahasa yang sesuai ketentuan, disimpan, dan pengajaran sehari-hari berjalan berdasarkan pengalaman guru, bukan berdasarkan dokumen itu.
Ketika ini terjadi, waktu yang dipakai menyusunnya menjadi kehilangan bersih. Dokumen yang seharusnya menjadi alat berpikir untuk merancang pengajaran berubah fungsi menjadi syarat kelengkapan.
Perbedaannya terlihat dari cara dokumen itu dibuat. Perangkat yang disusun karena guru benar-benar memikirkan urutan penyampaian dan kemungkinan kesulitan siswa punya bentuk yang berbeda dari perangkat yang disalin dari tahun sebelumnya dengan penggantian tanggal.
Kelelahan yang Tidak Terlihat
Ada juga sisi yang lebih sulit diukur. Mengajar adalah pekerjaan yang menghabiskan tenaga secara terus-menerus karena melibatkan perhatian pada banyak orang sekaligus selama berjam-jam.
Guru yang menyelesaikan hari mengajarnya lalu menghabiskan malam menyusun laporan memasuki hari berikutnya dengan cadangan tenaga yang sudah berkurang. Yang paling terpengaruh adalah kesabaran dan kemampuan menghadapi kejadian tak terduga di kelas, dua hal yang justru paling dibutuhkan ketika ada siswa yang bermasalah.
Penutup
Pembicaraan tentang beban administrasi guru sering berhenti pada keluhan bahwa berkasnya terlalu banyak. Yang lebih penting adalah menanyakan apa yang tergeser ketika waktu itu terpakai, karena yang tergeser bukan waktu luang melainkan bagian pekerjaan yang paling menentukan mutu pengajaran dan sekaligus paling tidak terlihat dari luar. Sistem yang mengukur kinerja lewat kelengkapan dokumen akan mendapatkan dokumen yang lengkap, dan itu bukan hal yang sama dengan pengajaran yang baik.